Di atas gapura masuk Vihara Bodhisatva Karaniya Metta terdapat keterangan yang menunjukkan tahun 1829 sebagai periode vihara ini.
Warna merah mendominasi hampir di sebagian besar bangunan yang dahulu lebih di kenal dengan sebutan kelenteng tiga atau Thian Hou Keng.
Tiang dan rangka bangunannya terbuat dari kayu ulin yang di beri warna merah dan kuning emas. Di tiga pintu utama terlukis gambar dewa-dewa Khong Hu Chu. Dinding dan altar terdapat patung dan lukisan yang bermakna tentang filosofi ajaran kehidupan.
Ada beberapa bagian dalam vihara yang memiliki makna serta sejarahnya tersendiri.
Dalam perkembangan sejarahnya Vihara Bodhisatva Karaniya Metta ini sudah mengalami beberapa kali pemugaran sampai seperti keadaan yang seperti sekarang ini. Salah satunya pada tahun 1906.
Vihara di renovasi menjadi tiga bagian
Karena hal ini lah kemudian vihara ini juga disebut dengan kelenteng tiga. Selain itu juga pada tahun 1983, untuk merawat, menjaga dan menjalankan keberadaan vihara ini kemudian dibentuk yayasan Bodhisatva Karaniya Metta.
Share on